Mengapa Konten Bergenre Oddly Satisfying (Video Memotong Sabun, Merapikan Barang) Sangat Disukai Netizen

8.279 dilihat
K
Ditulis oleh
Kuwi In
Mengapa Konten Bergenre Oddly Satisfying (Video Memotong Sabun, Merapikan Barang) Sangat Disukai Netizen

Pernahkah Anda melamun selama berjam-jam di depan layar ponsel hanya untuk menonton seseorang memotong sabun batangan menjadi kotak-kotak kecil? Atau mungkin Anda merasa kedamaian yang luar biasa saat melihat seorang kreator konten menata isi kulkasnya dengan sangat rapi berdasarkan warna?

Jika iya, Anda tidak sendirian. Jutaan netizen di seluruh dunia melakukan hal yang sama setiap harinya. Konten-konten ini masuk dalam genre yang disebut "Oddly Satisfying" (secara harfiah berarti "memuaskan secara aneh").

Meskipun aktivitas yang ditampilkan terkesan sepele—seperti menghancurkan mainan dari busa (slime), membersihkan karpet kotor dengan pressure washer, hingga mengupas cat kering—video bergenre ini selalu berhasil meraup penonton yang fantastis. Lantas, apa yang membuat konten oddly satisfying begitu adiktif dan sangat disukai oleh netizen? Letak keajaibannya dapat dijelaskan dari sudut pandang psikologi, neurologi, dan fenomena sosial berikut ini.

1. Efek "Brain Massage" Melalui Stimulasi Sensorik (ASMR)

Salah satu alasan utama mengapa video oddly satisfying begitu digemari adalah karena keterkaitannya yang erat dengan fenomena ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response). ASMR adalah sensasi menggelitik yang menenangkan yang biasanya dimulai dari kulit kepala lalu menjalar ke leher dan tulang belakang. Sensasi ini dipicu oleh rangsangan visual maupun auditori yang spesifik.

Dalam video memotong sabun, misalnya, suara renyah (crispy) saat pisau memotong lapisan sabun memberikan kepuasan tersendiri bagi telinga. Begitu pula dengan suara gesekan pasir kinetik atau ketukan pelan saat merapikan barang. Bagi netizen, kombinasi visual yang mulus dan suara yang jernih ini berfungsi seperti "pijat otak" gratis. Format visual dan audio ini berhasil merangsang sistem saraf untuk melepaskan hormon-hormon yang memicu rasa bahagia.

2. Pelepasan Dopamin dan Penurunan Hormon Stres

Secara ilmiah, menonton sesuatu yang berjalan dengan sempurna dapat memicu otak untuk melepaskan dopamin, yaitu neurotransmiter yang bertanggung jawab atas rasa senang, penghargaan, dan motivasi. Saat kita melihat sebuah proses yang berantakan berubah menjadi rapi, atau melihat sebuah bentuk simetris yang terpotong dengan presisi, otak kita menerjemahkannya sebagai sebuah "pencapaian" atau keberhasilan.

Di sisi lain, kehidupan nyata sering kali penuh dengan ketidakpastian dan stres. Menonton video oddly satisfying memberikan jeda bagi otak dari kecemasan sehari-hari. Aktivitas ini menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dan memberikan efek sedatif (penenang) yang instan. Tidak heran jika banyak netizen sengaja mencari video-video ini di malam hari sebagai ritual sebelum tidur untuk mengatasi insomnia.

3. Kebutuhan Manusia akan Keteraturan dan Kontrol

Psikologi manusia secara alami menyukai simetri, pola, dan keteraturan. Hal ini berkaitan dengan insting evolusioner kita untuk mencari aman dan menghindari kekacauan. Video merapikan barang (restocking atau organizing) memanfaatkan psikologi ini dengan sangat baik.

Ketika melihat lemari pakaian yang awalnya berantakan total berubah menjadi tersusun rapi berdasarkan palet warna, ada rasa kendali (sense of control) yang ikut tersalurkan ke penonton. Di dunia nyata, kita mungkin kesulitan mengontrol banyak hal—mulai dari pekerjaan, hubungan, hingga situasi finansial. Namun, dalam durasi video 60 detik tersebut, netizen diberikan visualisasi tentang dunia yang ideal, di mana segala sesuatunya berada di tempat yang tepat dan berjalan sesuai rencana.

4. Efek Hipnotis dari Repetisi dan Prediktabilitas

Sebagian besar konten oddly satisfying melibatkan gerakan yang berulang (repetitif) dan hasil akhir yang dapat ditebak (prediktabil). Contohnya adalah mesin yang menghancurkan barang secara konstan, atau kuas yang mengoleskan cat dengan ketebalan yang sama di atas kanvas.

Di era digital yang serba cepat ini, otak kita terus-menerus dibombardir oleh informasi baru, berita buruk, dan tren yang cepat berubah. Ketidakpastian ini melelahkan secara mental. Video yang repetitif memberikan sesuatu yang sangat berharga: prediktabilitas. Karena penonton sudah tahu bagaimana video itu akan berakhir (sabun akan terpotong habis, barang akan rapi semua), otak tidak perlu bekerja keras untuk memproses informasi baru. Hal ini menciptakan efek hipnotis ringan yang membuat penonton merasa aman dan rileks.

5. Menyalurkan Hasrat Merusak yang Aman (Destructive Pleasure)

Mengapa video menghancurkan barang, meremas slime, atau menggilas benda dengan roda mobil juga termasuk dalam oddly satisfying? Di sini, aspek psikologis yang bermain adalah pemenuhan hasrat merusak yang terpendam secara aman.

Setiap manusia memiliki dorongan bawah sadar untuk membongkar atau merusak sesuatu, namun norma sosial dan logika melarang kita melakukannya karena akan merugikan secara materi. Menonton orang lain menghancurkan mainan lilin atau mematahkan lipstik baru memberikan kepuasan substitusi (vicarious pleasure). Kita bisa menikmati sensasi "kerusakan" tersebut tanpa harus menanggung rasa bersalah atau kerugian finansialnya.

6. Durasi Pendek yang Cocok dengan Attention Span Netizen Modern

Dari sisi format konten, mayoritas video oddly satisfying dikemas dalam bentuk video pendek seperti TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts. Format ini sangat cocok dengan attention span (rentang perhatian) netizen modern yang cenderung makin pendek.

Video jenis ini tidak membutuhkan narasi yang rumit, tidak ada plot yang harus dipikirkan, dan tidak memerlukan pemahaman bahasa tertentu. Konten ini bersifat universal. Siapa saja, dari belahan dunia mana saja, dan dari usia berapa saja dapat langsung menikmati esensi video tersebut sejak detik pertama. Kemudahan konsumsi inilah yang membuat netizen betah melakukan scrolling dari satu video ke video lainnya tanpa merasa bosan.