WASPADA LOVE BOMBING: Kenali Polanya Sebelum Terjebak!

Pernah nggak baru aja kenal seseorang, tapi tiba-tiba dia kasih kita perhatian yang sangat banyak? Mulai dari sering mengirim pesan setiap menit, memberikan pujian, selalu ingin tahu kabar, sampai mengatakan hal-hal manis dan romantis yang begitu intens.
Awalnya mungkin terasa menyenangkan. Siapa sih yang nggak suka ketika diperhatikan? Namun, kalau perhatian itu datang terlalu cepat dan terasa berlebihan, kita perlu sedikit berhati-hati. Bisa saja itu merupakan salah satu pola yang disebut love bombing.
Apa itu love bombing? Love bombing adalah istilah yang digunakan dalam ilmu psikologi untuk menggambarkan pemberian perhatian, kasih sayang, pujian, atau komunikasi secara sangat intens dalam waktu yang relatif singkat.
Seseorang yang melakukan love bombing bisa membuat orang lain merasa sangat spesial. Mereka mungkin memberikan banyak pujian, menghubungi terus-menerus, menunjukkan perhatian dengan berlebihan, atau bahkan membicarakan hubungan yang sangat serius ketika hubungan tersebut masih tergolong baru.
Meski begitu, tidak semua perhatian yang besar berarti love bombing ya!
Seseorang bisa saja memang memiliki cara menunjukkan perhatian yang lebih ekspresif. Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa banyak perhatian yang diberikan, tetapi juga pola perilaku dan bagaimana orang tersebut merespons batasanmu. Ada beberapa pola yang sering dikaitkan dengan love bombing:
1. Perhatian yang sangat intens sejak awal
Baru beberapa hari atau minggu mengenal seseorang, tetapi dia sudah sering mengirim pesan, ingin terus berkomunikasi, atau memberikan perhatian hampir sepanjang waktu.
Perhatian seperti ini mungkin terasa menyenangkan. Namun, jika intensitasnya membuatmu merasa tidak punya ruang untuk diri sendiri, hal tersebut patut diperhatikan.
2. Pujian yang berlebihan
Pujian memang bisa menjadi bagian normal dalam sebuah hubungan. Tetapi dalam love bombing, pujian dapat diberikan secara berlebihan dan sangat cepat.
Misalnya, seseorang yang baru mengenalmu sudah sering mengatakan bahwa kita adalah orang paling spesial yang pernah ditemuinya atau bahwa dirinya merasa sangat cocok denganmu.
Sekali lagi, satu kalimat seperti itu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang melakukan love bombing. Yang lebih penting adalah melihat keseluruhan polanya.
3. Hubungan terasa berjalan terlalu cepat
Hubungan yang baru berjalan sebentar tetapi sudah dipenuhi pembicaraan mengenai masa depan, komitmen besar, atau kedekatan emosional yang sangat tinggi bisa menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan.
Mengenal seseorang membutuhkan waktu. Jadi, kita tidak perlu merasa harus mengikuti kecepatan hubungan yang ditentukan orang lain.
4. Tidak menghargai batasan
Ini menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan.
Ketika kita mengatakan ingin beristirahat, tidak ingin terus mengobrol, atau membutuhkan waktu untuk diri sendiri, bagaimana responsnya?
Jika dia menghargainya, itu merupakan bagian dari hubungan yang sehat. Namun, jika dia justru membuatmu merasa bersalah, terus memaksa, atau menjadi marah karena kita menetapkan batasan, pola tersebut patut diwaspadai.
5. Perhatian berubah ketika keinginannya tidak dituruti
Dalam pola love bombing yang manipulatif, perhatian yang awalnya sangat intens dapat berubah ketika seseorang mulai menetapkan batasan atau tidak mengikuti keinginan pihaklain.
Karena itu, jangan hanya melihat bagaimana seseorang memperlakukanmu ketika semuanya berjalan sesuai keinginannya. Perhatikan juga bagaimana dia bersikap ketika kita mengatakan “tidak”.
Gimana sih, cara menghindari love bombing? Kalau kita merasa perhatian seseorang mulai terlalu intens, kita tidak harus langsung menjauhinya. Kita bisa mengambil langkah dengan lebih perlahan.
Pertama, beri waktu untuk mengenal orang tersebut. Jangan merasa harus segera membalas perasaan atau perhatian yang diberikan.
Kedua, tetapkan batasan. Kita berhak menentukan kapan ingin berkomunikasi, kapan membutuhkan waktu sendiri, dan hal apa saja yang membuatmu nyaman.
Ketiga, lihat perilakunya secara keseluruhan. Jangan hanya terpaku pada kata-kata manis, hadiah, atau perhatian yang diberikan. Perhatikan apakah dia menghargai keputusanmu dan batasan yang kita buat.
Terakhir, kalau kita merasa bingung atau tidak nyaman dengan suatu hubungan, ceritakan kepada orang yang kita percaya. Mendapat sudut pandang dari orang lain terkadang dapat membantu kita melihat situasi dengan lebih jelas.
Jadi, apakah perhatian itu selalu buruk? Tentu saja tidak. Mendapatkan pujian, perhatian, atau kasih sayang dari seseorang bukanlah sesuatu yang buruk. Yang perlu diperhatikan adalah ketika perhatian tersebut menjadi sangat intens, berlangsung dalam pola tertentu, tidak memberikan ruang, atau digunakan untuk memengaruhi dan mengendalikan seseorang.
Hubungan yang sehat tidak harus berjalan terburu-buru. Kita punya hak untuk mengenal seseorang secara perlahan, menentukan batasan, dan mengatakan tidak ketika merasa tidak nyaman.
Jadi, kalau ada seseorang yang memberikan perhatian besar kepadamu, kita tidak perlu langsung berpikir bahwa dia sedang melakukan love bombing. Kenali pola, beri waktu, lalu lihat apakah batasan kita tetap dihargai atau tidak.