Cara Menyusun Daftar Pertanyaan Wawancara Singkat yang Menghasilkan Jawaban Seru untuk Konten Jalanan

populer di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Formatnya yang spontan, kasual, dan apa adanya sangat disukai oleh audiens digital. Namun, di balik video berdurasi 60 detik yang viral dan mengundang gelak tawa, ada persiapan matang yang sering kali tidak terlihat, terutama dalam merancang pertanyaan.
Menanyakan hal yang salah bisa membuat narasumber bingung, canggung, atau bahkan menolak diwawancarai. Sebaliknya, pertanyaan yang tepat dapat memancing jawaban yang tidak terduga, lucu, dan sangat menghibur (shareable content).
Bagi Anda para pembuat konten (content creator), berikut adalah panduan lengkap mengenai cara menyusun daftar pertanyaan wawancara singkat yang dijamin menghasilkan jawaban seru untuk konten jalanan Anda.
1. Pahami Psikologi Orang di Jalanan (Street Psychology)
Sebelum menulis pertanyaan, Anda harus memahami kondisi psikologis orang-orang yang sedang berjalan di area publik. Mereka biasanya sedang menuju ke suatu tempat, sedang bersantai, atau mengobrol dengan temannya. Mereka tidak memiliki waktu banyak dan tidak siap secara mental untuk berpikir keras.
Oleh karena itu, aturan emas pertama dalam wawancara jalanan adalah hindari pertanyaan yang membutuhkan waktu berpikir lebih dari tiga detik. Pertanyaan yang terlalu teoretis, politis, atau akademis akan membuat orang cenderung menghindar. Fokuslah pada topik-topik yang dekat dengan keseharian, bersifat emosional, atau sedikit usil tetapi tetap sopan.
2. Gunakan Formula Pertanyaan "Rendah Hambatan" (Low-Friction Questions)
Untuk mencairkan suasana di awal wawancara, mulailah dengan pertanyaan yang memiliki hambatan berpikir sangat rendah. Tujuannya adalah membangun kenyamanan antara Anda dan narasumber. Anda bisa membaginya ke dalam tiga struktur formula berikut:
Pilihan Biner yang Menjebak: Pertanyaan "A atau B" adalah cara termudah memancing perdebatan seru. Contoh: "Tim bubur diaduk atau tidak diaduk?", "Mending punya pacar posesif atau pacar cuek?". Pertanyaan jenis ini secara instan memaksa narasumber mengambil pihak dan biasanya memicu argumen yang lucu.
Pertanyaan Pengandaian Ekstrem (Hypothetical Scenarios): Manusia menyukai imajinasi. Memberikan skenario yang tidak realistis namun personal sering kali menghasilkan respons yang kocak. Contoh: "Kalau besok kiamat dan kamu cuma bisa makan satu hal, kamu mau makan apa?", "Kalau kamu dapat uang 1 miliar tapi harus tinggal di hutan tanpa internet selama setahun, mau enggak?".
Validasi Opini Populer / Kontroversial Ringan: Tanyakan pendapat mereka tentang tren yang sedang hangat atau kebiasaan unik masyarakat. Contoh: "Kenapa menurutmu cowok sering telat balas chat?", "Es teh manis di pinggir jalan vs kopi kafe mahal, mana yang lebih enak?".
3. Terapkan Teknik "Satu Pertanyaan, Banyak Lapisan"
Karena ini adalah wawancara singkat, Anda tidak bisa mengajukan 5 hingga 10 pertanyaan kepada satu orang. Batasi interaksi hanya pada 1 sampai 3 pertanyaan inti. Namun, buat pertanyaan tersebut memiliki lapisan yang bisa digali secara spontan.
Misalnya, pertanyaan utamanya adalah: "Apa hal paling memalukan yang pernah kamu lakukan waktu sekolah?"
Ketika narasumber memberikan jawaban singkat, siapkan pertanyaan lanjutan (follow-up questions) yang bersifat menggali (probing):
"Terus, reaksi guru kamu gimana?"
"Teman-teman kamu tahu enggak?"
"Sampai sekarang masih malu kalau ingat itu?"
Kemampuan mendengarkan secara aktif jauh lebih penting daripada daftar pertanyaan itu sendiri. Tangkap kata kunci dari jawaban mereka dan jadikan itu sebagai bahan candaan atau pertanyaan baru.
4. Kelompokkan Berdasarkan Tema Konten
Agar konten Anda memiliki ciri khas atau branding yang kuat, susunlah daftar pertanyaan berdasarkan tema tertentu. Berikut adalah beberapa tema yang terbukti selalu berhasil menarik perhatian netizen:
Tema Percintaan dan Hubungan (Romance)
Hubungan asmara selalu menjadi topik nomor satu yang paling memicu keterikatan (engagement) audiens.
"Lebih pilih diselingkuhi atau selingkuh?"
"Apa red flag paling aneh yang bikin kamu langsung ilfeel sama gebetan?"
"Berapa anggaran maksimal yang rela kamu keluarin buat kencan pertama?"
Tema Nostalgia dan Masa Kecil (Nostalgia)
Topik ini sangat bagus untuk memancing senyum dan rasa haru yang dibalut komedi.
"Apa kebohongan paling random yang pernah dibilang orang tua kamu waktu kecil?"
"Jajanan SD apa yang paling kamu kangenin dan sekarang udah susah dicari?"
"Pernah nangis karena alasan apa waktu kecil?"
Tema Finansial dan Gaya Hidup (Money & Lifestyle)
Uang adalah topik yang sensitif, namun jika dikemas dengan kasual akan menjadi tontonan yang sangat menarik.
"Berapa isi saldo rekening kamu sekarang? Boleh sebut kisarannya aja."
"Hal paling enggak penting apa yang pernah kamu beli karena tergiur diskon?"
"Mending gaji 5 juta kerja santai atau gaji 15 juta tapi stres tiap hari?"
5. Hindari "Yes/No Questions" (Pertanyaan Tertutup)
Kesalahan terbesar interviewer pemula adalah mengajukan pertanyaan yang bisa dijawab hanya dengan kata "Ya" atau "Tidak". Pertanyaan seperti "Apakah kamu suka nonton film?" akan mematikan dinamika wawancara.
Ubah pertanyaan tersebut menjadi pertanyaan terbuka yang memakai kata tanya Kenapa, Bagaimana, atau Apa.
Sebelum: "Kamu suka main game?" (Dijawab: "Suka.")
Sesudah: "Apa game yang paling bikin kamu emosi sampai pengen banting HP?" (Dijawab dengan cerita dan ekspresi kesal yang seru).
6. Perhatikan Intonasi, Ekspresi, dan Penggunaan Properti
Cara Anda menyampaikan pertanyaan sama pentingnya dengan isi pertanyaan itu sendiri. Saat mendekati narasumber di jalanan:
Gunakan bahasa tubuh yang terbuka: Tersenyumlah, lakukan kontak mata, dan jangan menginvasi ruang personal mereka terlalu agresif.
Gunakan mikrofon sebagai properti: Menyodorkan mikrofon kecil (seperti wireless clip-on yang diberi windshield lucu) secara psikologis membuat orang merasa seperti sedang diwawancarai oleh media resmi, yang terkadang membuat mereka lebih antusias untuk menjawab.
Sampaikan dengan nada santai: Jangan terdengar seperti wartawan berita formal. Anggap Anda sedang mengobrol dengan teman nongkrong.