Asal-Usul Jaguar, Si Produsen Mobil Sedan & SUV Mewah Asal Inggris

1.498 dilihat
Kaindra Akhdan A.
Ditulis oleh
Kaindra Akhdan A.
Asal-Usul Jaguar, Si Produsen Mobil Sedan & SUV Mewah Asal Inggris

Pernah nggak kalian menyangka kalo Jaguar itu malah di jadikan nama sebuah merek mobil? Mungkin emang ada istilah tesendiri juga sih, seperti lambang yang mudah atau arti dari hewan ya? Tapi, ada plot twistnya ternyata Jaguar ini bukan nama awal perusahaan bahkan cuman sebuah produk loh, penasaran kan? Yuk, kita bahas!

Sejarah produsen mobil mewah ini asalnya dari Blackpoll, Inggris. Dimulai pada tahun 1922, saat William Lyons masih muda bertemu dengan William Walmsley, seorang penggemar sepeda motor yang membuat sidecar. Lyons yang melihat peluang bisnis dari produk tesebut, lalu keduanya mendirikan Swallow Sidecar Company pada September 1922.

Pada awalnya mereka hanya berfokus pada sidecar. Karena produksinya masih kecil, perusahaan ini hanya bisa membuat satu sidecar per minggu. Namun desain milik Swallow punya penampilan lebih menarik disbanding banyak sidecar lain pada tahunnya. Dari sanalah terlahir karakter dari Jaguar: bukan hanya fungsi, tetapi juga soal penampilan.

Pada pertengahan 1920-an, Lyons mulai melihat peluang yang lebih besar di dunia mobil. Swallow kemudian mulai membuat bodi mobil untuk dipasang pada chassis mobil yang sudah ada. Salah satunya adalah Austin Seven Swallow pada tahun 1927. Mereka mengambil chassis Austis Seven yang sederhana, kemudian diberi bodi dengan desain yang lebih bergaya.


Austin Seven Swallow, 1927.

Karena model bisnis tersebut membuat Swallow bisa menawarkan mobil dengan tampilan mewah tanpa harus membuat seluruh mobil dari nol. Pada tahun 1928, perusahaan ini pindah dari Blackpoll ke Coventry, salah satu pusat industri otomotif Inggris.

Nah! dari sinilah nama Jaguar pertama kali muncul, yaitu merupakan mobil pertama yang memakai nama “Jaguar”. Nama Jaguar sendiri di pilih untuk berberikan kesan elegan, gesit, dan bertenaga.


SS Jaguar 2½ Litre Saloon.

Kemudian pada tahun 1936 hadir SS Jaguar 100, sebuah mobil sport dua tempat duduk. Mobil ini berkaitan dengan simbol leaping jaguar, yang mulai di tawarkan sebagai ornamen kap pada tahun 1938.

Namun ketika Perang Dunia II berlangsung, produksi otomotif sipil mengalami perubahan besar. Jaguar juga ikut terlibat dalam produksi untuk kebutuhan perang. Yang menarik, periode ini turut memberikan pengalaman teknis baru bagi perusahaan. Jaguar mempelajari berbagai teknik yang berkaitan dengan produksi dan kontruksi pesawat, yang kemudian ikut mempengaruhi perkembangan engineering.

Tetapi ada masalah besar untuk mereka, “S.S” sudah memiliki asosiasi yang sangat buruk setelah Perang Dunia II. Karena itu, pada 1945, perusahaan secara resmi berganti nama menjadi Jaguar Cars Limited. Nama Jaguar yang sebelumnya merupakan nama model akhirnya menjadi identitas perusahaan secara keseluruhan. Inilah yang menjadi titik kelahiran Jaguar sebagai merek salah satu produsen mobil ternama.

Setelah resmi menggunakan nama Jaguar Cars Limited, perusahaan ini mulai memasuki masa yang lebih besar. Pada tahun 1948, Jaguar memperkenalkan XK120. Mobil sport yang langsung menarik perhatian karena desainnya yang rendah dan mengalir, sekaligus membawa mesin XK yang menjadi salah satu mesin penting dalam sejarah Jaguar. Bahkan saat pertama diperkenalkan, XK120 disebut sebagai mobil produksi tercepat di dunia dengan kecepatan mencapai sekitar 133 mph atau 214 km/jam.


XK120, 1948.

Tidak berhenti sampai di sana, Jaguar mulai serius membawa kemampuan mobilnya ke dunia balap. Pada tahun 1951, lahir C-Type, mobil balap yang dikembangkan dari XK120. C-Type menggunakan pendekatan aerodinamika yang lebih maju dan memiliki bobot sekitar 25 persen lebih ringan dibandingkan XK120. Mobil ini berhasil memenangkan balapan 24 Hours of Le Mans pada tahun yang sama.

Keberhasilan itu membuat Jaguar semakin dikenal di dunia motorsport. Pada tahun 1954, Jaguar memperkenalkan D-Type, yang kembali membawa berbagai teknologi dari dunia penerbangan ke dalam mobil balap. Salah satu ciri khasnya adalah konstruksi monocoque serta sirip besar di bagian belakang yang membantu kestabilan mobil pada kecepatan tinggi. D-Type kemudian memenangkan Le Mans selama tiga tahun berturut-turut, yaitu pada 1955, 1956, dan 1957.

Memasuki tahun 1960-an, Jaguar kembali membuat gebrakan melalui sebuah mobil yang sampai sekarang masih menjadi salah satu model paling ikonik dari merek ini, yaitu E-Type. Mobil ini diperkenalkan pada Geneva Motor Show pada 1961 dengan desain yang sangat berbeda dari kebanyakan mobil sport pada zamannya. Bentuk bodinya yang panjang, rendah, dan aerodinamis membuat E-Type langsung menjadi pusat perhatian.

Yang menarik dari desain E-Type sendiri tidak muncul begitu saja. Mobil ini adalah hasil perkembangan dari teknologi yang sebelumnya digunakan pada C-Type dan D-Type. Jadi, pengalaman Jaguar di lintasan balap secara perlahan dibawa ke mobil yang bisa digunakan di jalan raya. Bisa dibilang, warisan balap Jaguar bukan soal kemenangan saja, tapi juga menjadi bagian dari cara mereka membuat mobil.

Seiring berjalannya waktu, Jaguar memasuki periode perubahan besar dalam industri otomotif Inggris. Perusahaan ini akhirnya menjadi bagian dari British Leyland, sebuah kelompok industri otomotif besar di Inggris. Setelah itu, Jaguar kembali mengalami perubahan kepemilikan dan pada tahun 1989 resmi diakuisisi oleh Ford Motor Company.

Di bawah Ford, Jaguar masuk ke dalam kelompok merek premium dan mengalami berbagai pengembangan produk. Namun perjalanan Jaguar belum selesai. Pada tahun 2008, Ford menjual Jaguar bersama Land Rover kepada Tata Motors dari India. Sejak saat itu, Jaguar berada di bawah naungan Jaguar Land Rover atau JLR.

Walaupun kepemilikannya berubah, identitas Jaguar sebagai merek asal Inggris tetap dipertahankan. Bahkan hingga era modern, karakter yang dibangun sejak masa William Lyons masih bisa ditemukan melalui desain, teknologi, dan fokus Jaguar pada mobil premium.

Jaguar juga mulai mengikuti perubahan industri otomotif menuju elektrifikasi. Salah satu contohnya adalah I-PACE, mobil listrik yang menjadi bagian dari langkah Jaguar memasuki era kendaraan elektrifikasi. Di sisi lain, warisan motorsport mereka juga masih berlanjut melalui keterlibatan Jaguar di Formula E.

Jadi, perjalanan Jaguar sebenarnya cukup panjang ya. Dari sebuah perusahaan kecil yang awalnya hanya membuat sidecar, kemudian membuat bodi mobil, lalu memakai nama Jaguar sebagai nama sebuah model, sampai akhirnya nama tersebut menjadi identitas perusahaan secara keseluruhan.