Mengenal Sejarah Aston Martin, Merek Mobil Mewah dari Inggris

Aston Martin. Pernah nggak kalian tahu nama mobil ini atau bahkan paham dengan nama Aston Martin? Rata-rata tidak mengetahuinya, kan? Karena di Indonesia memang jarang ada yang memilikinya. Tapi, omong-omong soal Aston Martin, apa kalian tahu sejarah dari mobil ini? Jika tidak, yuk kita bahas sejarah dari perusahaan produsen mobil mewah dari Inggris.
Sejarah perusahaan ini berawal dari tahun 1913, didirikan oleh dua orang penggemar dunia otomotif, Lionel Martin dan Robert Bamford, dengan nama Bamford & Martin di London. Pada awalnya mereka hanya menjual mobil buatan Singer dan melakukan modifikasi untuk keperluan balap.
Nama “Aston Martin” baru tercipta setahun kemudian. “Aston” diambil dari bukit Aston Clinton di Buckinghamshire, tempat Lionel Martin sering meraih kemenangan dalam ajang balap hill climb. Kata "Martin" diambil dari nama belakang Lionel. Mobil pertama Aston Martin diproduksi pada tahun 1915, didesain dengan menggabungkan mesin empat silinder ke dalam sasis mobil Isotta Fraschini.
Namun, memasuki Perang Dunia I, aktivitas perusahaan terpaksa dihentikan. Lionel Martin dan Robert Bamford diwajibkan bergabung dengan militer, sementara peralatan bengkel mereka dijual. Setelah perang usai, mereka menghidupkan kembali perusahaannya, tetapi Robert Bamford memilih mundur pada tahun 1920. Sepanjang era 1924–1932, Aston Martin memproduksi mobil-mobil balap yang tangguh dan sukses memecahkan beberapa rekor kecepatan, tetapi perusahaan terus menghadapi tekanan finansial akibat krisis ekonomi.
Krisis keuangan tersebut membuat Aston Martin beberapa kali mengalami pergantian kepemilikan. Perusahaan berusaha untuk tetap bertahan dengan memproduksi mobil-mobil baru, tetapi kondisi finansial yang tidak stabil terus menjadi masalah. Situasi ini kembali memburuk ketika Perang Dunia II pecah dan membuat produksi mobil Aston Martin terhenti total.
Setelah perang berakhir, Aston Martin kembali menghadapi masa depan yang tidak pasti. Namun, pada tahun 1947, perusahaan ini kemudian dibeli oleh Sir David Brown, seorang pengusaha Inggris yang bergerak di bidang manufaktur. David Brown menyelamatkan perusahaan dan menyatukannya dengan Lagonda, produsen mobil mewah lain yang ia beli.
Di bawah kendali Brown, Aston Martin melahirkan lini mobil seri "DB" (singkatan dari David Brown). Model DB2 yang diluncurkan pada tahun 1950 menuai kesuksesan besar, disusul oleh kemenangan legendaris Aston Martin DBR1 di ajang balap ketahanan 24 Hours of Le Mans pada tahun 1959.
Namun, kesuksesan Aston Martin tidak hanya datang dari dunia balap. Pada tahun 1964, nama Aston Martin mulai semakin dikenal di seluruh dunia setelah DB5 digunakan sebagai kendaraan James Bond dalam film Goldfinger. Dengan desain elegan karya rumah desain Italia Touring Superleggera dan warna Silver Birch, DB5 menjadi salah satu mobil ikonik dalam sejarah perfilman.
Kemunculannya bersama agen rahasia Inggris tersebut membuat Aston Martin semakin lekat dengan citra kemewahan, kecanggihan, dan gaya khas Inggris. Sejak saat itu, Aston Martin menjadi salah satu bagian yang identik dengan waralaba film 007.
Namun, popularitas tersebut tidak membuat perjalanan Aston Martin selalu berjalan mulus. Memasuki dekade 1970-an, perusahaan kembali mengalami masalah keuangan hingga akhirnya Sir David Brown menjual Aston Martin. Setelah itu, perusahaan beberapa kali berpindah kepemilikan dan terus berusaha mempertahankan keberadaannya di tengah perkembangan industri otomotif.
Pada tahun 1987, Aston Martin kemudian menjadi bagian dari Ford Motor Company hingga tahun 2007. Di bawah Ford, perusahaan melakukan pembaruan pada fasilitas produksinya dan menghadirkan beberapa model yang sukses, seperti DB7 dan Vanquish.
Memasuki abad ke-21, Aston Martin kembali berada di bawah kepemilikan independen dan mulai memperluas lini produknya. Perusahaan tidak hanya berfokus pada mobil sport dan grand tourer, tetapi juga masuk ke segmen SUV mewah melalui Aston Martin DBX. Aston Martin juga kembali membawa namanya ke ajang Formula 1 sebagai bagian dari upayanya memperkuat hubungan dengan dunia balap.
Dari sebuah perusahaan kecil yang awalnya menjual mobil Singer dan melakukan modifikasi untuk keperluan balap, Aston Martin akhirnya berkembang menjadi salah satu merek mobil mewah yang dikenal di berbagai negara. Perjalanannya tidak selalu mudah karena perusahaan berkali-kali menghadapi krisis keuangan, pergantian kepemilikan, hingga terhentinya produksi akibat perang.
Meski begitu, berbagai model seperti DB2, DB5, dan DBR1 menjadi bagian penting dari perjalanan panjang tersebut. Ditambah lagi dengan kemunculannya dalam film James Bond, nama Aston Martin semakin kuat di dalam budaya populer. Hingga sekarang, Aston Martin tetap mempertahankan identitasnya sebagai produsen mobil mewah dengan sejarah panjang di dunia otomotif.