Rem Mobil Bunyi Mencicit Setelah Kehujanan? Ini Penyebab dan Solusi Mudahnya

Pernahkah Anda mendengar suara mencicit yang nyaring (squeaking noise) dari roda mobil sesaat setelah melewati genangan air atau setelah mobil diparkir dalam kondisi kehujanan? Suara ini sering kali muncul ketika pedal rem pertama kali diinjak di pagi hari. Bagi sebagian pemilik kendaraan, bunyi ini cukup mengganggu dan menimbulkan kekhawatiran apakah sistem pengereman mobil mereka masih aman atau justru sedang mengalami kerusakan parah.
Sebagai salah satu komponen keselamatan paling krusial pada kendaraan, kondisi rem tentu tidak boleh diabaikan. Namun, Anda tidak perlu langsung panik. Suara mencicit setelah mobil kehujanan merupakan fenomena yang cukup umum terjadi. Mengapa hal itu bisa terjadi, dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasan mendalam mengenai penyebab rem mobil bunyi mencicit setelah kehujanan beserta solusi mudahnya berikut ini.
Mengapa Air Hujan Memicu Bunyi Mencicit pada Rem?
Sistem pengereman mobil modern umumnya menggunakan jenis rem cakram (disc brake) pada roda depan, dan sebagian menggunakan rem tromol (drum brake) pada roda belakang. Kedua sistem ini bekerja mengandalkan gaya gesek antara komponen yang bergerak (cakram atau tromol) dengan komponen diam (kampas rem).
Saat mobil kehujanan atau melewati genangan air, air beserta kotoran jalanan akan masuk ke celah-celah sempit di antara kampas dan cakram. Air berfungsi sebagai pelumas sementara yang mengurangi koefisien gesek, namun ketika air tersebut mulai mengering atau membawa material asing, residu yang tertinggal akan memicu getaran berfrekuensi tinggi. Frekuensi tinggi inilah yang didengar telinga kita sebagai suara mencicit atau berdecit.
5 Penyebab Utama Rem Mobil Bunyi Mencicit Setelah Kehujanan
Untuk dapat mengatasi masalah ini dengan tepat, Anda perlu memahami terlebih dahulu faktor-faktor apa saja yang menyebabkan gesekan rem menjadi bising setelah terkena air hujan. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:
1. Terbentuknya Karat Tipis (Flash Rust) pada Cakram
Penyebab paling sering dari rem berdecit setelah kehujanan adalah munculnya karat tipis atau flash rust pada permukaan piringan cakram (rotor). Piringan cakram umumnya terbuat dari bahan besi tuang (cast iron) yang sangat mudah teroksidasi saat terkena air dan kelembapan tinggi.
Saat mobil diparkir dalam kondisi basah setelah kehujanan, proses oksidasi ini berlangsung sangat cepat—bahkan hanya dalam hitungan jam.
Karat tipis berwarna kemerahan akan menyelimuti permukaan cakram.
Ketika mobil pertama kali dijalankan dan rem diinjak, kampas rem akan bergesekan dengan lapisan karat tipis tersebut, menghasilkan suara mencicit.
2. Penumpukan Kotoran dan Pasir Halus
Air hujan di jalanan tidak pernah bersih. Air tersebut bercampur dengan lumpur, pasir halus, debu jalanan, dan sisa oli. Saat Anda menerjang genangan air, material-material mikro ini ikut terbawa masuk ke dalam kaliper rem dan terselip di antara kampas rem dan cakram. Ketika airnya menguap karena panas pengereman, partikel pasir dan debu keras tersebut tertinggal dan terjebak di sana. Gesekan antara partikel pasir, kampas, dan cakram inilah yang menimbulkan suara decitan kasar.
3. Kondisi Kampas Rem yang Mulai Menipis
Efek air hujan bisa menjadi "alarm alami" yang menunjukkan bahwa kampas rem (brake pads) Anda sudah mulai habis. Banyak produsen kampas rem melengkapi produk mereka dengan plat indikator keausan berbahan logam (wear indicator). Ketika kampas rem menipis hingga batas tertentu, plat logam ini akan terekspos. Keberadaan air hujan terkadang mempercepat gesekan langsung antara indikator logam ini dengan cakram, sehingga memicu bunyi mencicit yang konstan setiap kali pedal rem ditekan.
4. Kualitas Kampas Rem yang Kurang Baik (Bahan Terlalu Keras)
Jenis bahan kampas rem sangat memengaruhi keheningan ruang kabin Anda. Kampas rem tipe semi-metallic mengandung partikel logam yang tinggi. Jenis kampas ini memang sangat pakem dan tahan panas, namun memiliki kelemahan yaitu cenderung lebih bising, terutama dalam kondisi lembap atau setelah terkena air hujan. Jika Anda menggunakan kampas rem replika atau imitasi dengan kualitas rendah, kandungan materialnya yang tidak standar akan membuatnya sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan kelembapan, memicu bunyi cicitan yang mengganggu.
5. Kampas Rem Mengalami Glazing (Mengglasir)
Glazing adalah kondisi di mana permukaan kampas rem berubah menjadi sangat keras, licin, dan mengilat seperti kaca akibat panas berlebih (overheating). Ketika mobil habis menerjang genangan air, lalu Anda melakukan pengereman ekstrem secara mendadak, perubahan suhu yang drastis (dari sangat panas menjadi dingin seketika karena air) dapat mengubah struktur permukaan kampas. Permukaan yang mengilat dan licin ini tidak dapat mencengkeram cakram dengan sempurna dan justru menimbulkan getaran bunyi cicitan.
Solusi Mudah Mengatasi Rem Mobil Bunyi Mencicit
Kabar baiknya, sebagian besar kasus rem berdecit akibat kehujanan bersifat temporer dan bisa diatasi dengan langkah-langkah sederhana tanpa harus langsung dibawa ke bengkel besar. Berikut adalah beberapa solusi mudah yang bisa Anda terapkan:
1. Lakukan Braking Clean-Up (Pengereman Ringan Berulang)
Jika bunyi mencicit disebabkan oleh karat tipis (flash rust) setelah mobil diparkir semalaman dalam kondisi basah, solusinya sangat mudah. Anda hanya perlu menjalankan mobil secara perlahan di area yang aman (seperti jalan perumahan), kemudian injak pedal rem secara perlahan dan berulang-ulang (light braking).
Gesekan antara kampas rem dan piringan cakram secara otomatis akan mengikis dan membersihkan lapisan karat tipis tersebut.
Biasanya, setelah 3 hingga 5 kali pengereman ringan, permukaan cakram akan kembali bersih mengilat, dan suara mencicit akan hilang dengan sendirinya.
2. Semprot dengan Brake Cleaner atau Air Bertekanan
Jika suara mencicit tidak kunjung hilang setelah mobil berjalan agak jauh, kemungkinan besar ada kotoran atau pasir yang terjebak di dalam kaliper rem.
Langkah Awal: Semprot bagian sela-sela rem dan kaliper menggunakan air bertekanan tinggi saat Anda mencuci mobil untuk merontokkan pasir dan lumpur yang menempel.
Langkah Lanjutan: Gunakan cairan khusus bernama Brake Cleaner (pembersih rem) yang banyak dijual di toko aksesori otomotif. Cairan semprot ini diformulasikan khusus untuk merontokkan debu rem, minyak, dan kotoran tanpa merusak sil karet pada kaliper. Cukup semprotkan langsung ke celah kampas dan cakram, lalu biarkan mengering (cairan ini menguap dengan sangat cepat).
3. Bersihkan dan Amplas Permukaan Kampas Rem
Jika Anda memiliki sedikit keterampilan mekanik dan peralatan mendasar (seperti dongkrak dan kunci roda), Anda bisa membuka roda dan melepas kampas rem untuk dibersihkan secara manual.
Periksa apakah permukaan kampas mengalami glazing (licin seperti kaca) atau terdapat kotoran yang menempel kuat.
Gosok permukaan kampas rem secara merata menggunakan amplas kasar secara perlahan hingga lapisan yang mengilat atau kotoran tersebut hilang, dan permukaan kampas kembali terlihat kesat.
Bersihkan juga pin kaliper dan berikan sedikit grease (gemuk) khusus rem pada bagian belakang kampas rem (bukan pada permukaan geseknya) untuk meredam getaran.
4. Ganti Kampas Rem dengan Bahan Berkualitas
Apabila setelah diperiksa ternyata kampas rem Anda sudah tipis atau menyentuh plat indikator keausan, maka solusi satu-satunya adalah menggantinya dengan yang baru. Sangat disarankan untuk selalu menggunakan kampas rem orisinal (OEM) atau beralih ke kampas rem berbahan seramik (ceramic brake pads). Kampas rem bahan seramik terkenal jauh lebih senyap, menghasilkan debu yang minimal, dan tidak sensitif terhadap kelembapan air hujan dibandingkan dengan jenis semi-metallic.
Kapan Anda Harus Waspada dan Membawa Mobil ke Bengkel?
Meskipun bunyi mencicit pasca-kehujanan sering kali normal, Anda harus tetap waspada jika muncul gejala-gejala tambahan berikut ini. Jika Anda mengalaminya, segera bawa mobil ke bengkel terpercaya untuk pemeriksaan mendalam:
Bunyi tidak hilang setelah mobil dikendarai berhari-hari atau berminggu-minggu dalam kondisi cuaca kering.
Bunyi berubah menjadi suara gerusan logam yang kasar (grinding noise). Ini tanda kampas rem benar-benar habis total dan besi dudukan kampas sudah merusak piringan cakram.
Timbul getaran pada pedal rem atau setir saat Anda mengerem pada kecepatan tinggi. Ini indikasi piringan cakram telah melengkung (warped rotor) akibat perubahan suhu ekstrem saat menerjang air.
Daya pengereman berkurang atau mobil cenderung membuang ke satu arah (kiri atau kanan) saat pedal rem diinjak, yang menandakan adanya piston kaliper yang macet akibat korosi air hujan.