Sejarah Mitsubishi, Berawal dari Pelayaran hingga Menjadi Produsen Mobil

Pernah nggak kalian bertanya-tanya, sebenarnya Mitsubishi itu berasal dari mana? Kalau mendengar nama Mitsubishi, mungkin yang langsung terbayang adalah mobil seperti Pajero, Lancer, atau Triton. Tapi perjalanan Mitsubishi ternyata jauh lebih panjang daripada sekadar membuat mobil. Bahkan, perusahaan yang menjadi cikal bakal Mitsubishi justru berawal dari bisnis pelayaran di Jepang pada akhir abad ke-19. Dari kapal, pertambangan, hingga industri berat, perjalanan inilah yang kemudian membawa Mitsubishi masuk ke dunia otomotif.
Sejarahnya dimulai pada tahun 1870 ketika Yataro Iwasaki mendirikan Tsukumo Shokai dengan tiga kapal uap yang disewa dari klan Tosa. Pada tahun 1873, perusahaan tersebut berganti nama menjadi Mitsubishi Shokai. Di bawah kepemimpinan Iwasaki, bisnis Mitsubishi kemudian berkembang ke berbagai bidang, termasuk pertambangan dan pembuatan kapal. Salah satu langkah pentingnya terjadi pada tahun 1884, ketika Mitsubishi menyewa galangan kapal milik pemerintah di Nagasaki dan mulai mengembangkan bisnis pembuatan kapal secara serius.
Hubungan Mitsubishi dengan dunia otomotif sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum Mitsubishi Motors berdiri. Pada tahun 1917, Mitsubishi Shipbuilding memperkenalkan Mitsubishi Model A, sebuah mobil penumpang yang dibuat di Kobe Shipyard. Model A menjadi mobil penumpang produksi seri pertama di Jepang yang dibuat dengan tujuan untuk diproduksi secara lebih luas. Mobil ini menggunakan mesin empat silinder 2,8 liter dengan tenaga sekitar 35 hp dan mampu membawa hingga tujuh penumpang. Sampai produksinya berakhir pada 1921, hanya 22 unit yang dibuat, termasuk prototipenya.

Mitsubishi Model A, 1917.
Setelah itu, perkembangan kendaraan Mitsubishi berjalan secara bertahap. Pada tahun 1935, Mitsubishi Heavy Industries mulai mengembangkan kendaraan penggerak empat roda untuk kebutuhan militer Jepang berdasarkan permintaan Army Automobile School. Prototipe pertamanya disebut PSF33 dan kemudian dikembangkan menjadi PX33 pada 1936. Beberapa unit PX33 berhasil dibuat pada 1937, tetapi kendaraan ini tidak pernah memasuki produksi massal. Meski begitu, proyek tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan teknologi kendaraan Mitsubishi sebelum Perang Dunia II.

MItsubishi PX33, 1936.
Setelah Perang Dunia II, industri Jepang mulai kembali berkembang dan Mitsubishi juga membangun kembali bisnis kendaraannya. Salah satu tonggak penting hadir pada 1960 melalui Mitsubishi 500. Mobil ini menjadi mobil penumpang produksi massal pertama Mitsubishi pada periode pascaperang dan dirancang sebagai mobil keluarga berukuran kecil. Mitsubishi kemudian memperluas jajaran kendaraannya melalui model seperti Colt, Debonair, Minica, dan berbagai kendaraan niaga. Pada periode ini, Mitsubishi juga mulai serius menggunakan motorsport untuk mengembangkan dan menguji kemampuan kendaraannya.

Mitsubishi 500, 1960.
Tahun 1970 menjadi salah satu titik paling penting dalam sejarah Mitsubishi di dunia otomotif. Mitsubishi Heavy Industries memisahkan divisi otomotifnya menjadi perusahaan baru bernama Mitsubishi Motors Corporation. Sejak saat itu, Mitsubishi Motors berdiri sebagai perusahaan otomotif tersendiri dan mulai memperluas kegiatan produksi serta pemasarannya ke berbagai negara. Era ini juga menjadi awal berkembangnya berbagai model yang kemudian dikenal luas, seperti Galant, Lancer, dan Pajero.
Memasuki dekade 1980-an hingga 1990-an, Mitsubishi semakin dikenal melalui kendaraan penumpang, SUV, dan aktivitas motorsport. Pajero yang diperkenalkan pada 1982 berkembang menjadi salah satu model penting Mitsubishi, sementara Lancer kemudian melahirkan Lancer Evolution yang dikenal melalui dunia reli. Mitsubishi juga aktif dalam World Rally Championship dan Paris-Dakar Rally, yang turut membentuk citra perusahaan sebagai produsen dengan pengalaman pada kendaraan berpenggerak empat roda dan performa tinggi.
Perjalanan Mitsubishi kemudian memasuki fase yang lebih kompleks pada awal abad ke-21. Setelah mengalami berbagai perubahan kepemilikan dan kerja sama dengan perusahaan lain, pada tahun 2016 Nissan mengakuisisi 34 persen saham Mitsubishi Motors dan menjadi pemegang saham terbesar. Sejak saat itu, Mitsubishi Motors bergabung ke dalam aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi. Perusahaan pun melanjutkan pengembangan kendaraan seperti SUV, pickup, serta teknologi kendaraan listrik dan plug-in hybrid.
Jadi, perjalanan Mitsubishi sebenarnya bukan sekadar cerita tentang sebuah merek mobil. Dari tiga kapal uap pada tahun 1870, berkembang ke pertambangan dan pembuatan kapal, kemudian mencoba membuat mobil pada 1917, hingga akhirnya membentuk Mitsubishi Motors pada 1970. Perjalanan panjang tersebut membuat nama Mitsubishi hadir dalam berbagai bagian sejarah industri Jepang, sebelum akhirnya dikenal luas sebagai salah satu produsen otomotif yang memiliki perjalanan panjang di dunia kendaraan.