Sejarah Perjalanan Subaru, dari Industri Pesawat hingga Menjadi Ikon Mobil Jepang

Subaru. Pernah nggak kalian mendengar nama mobil yang satu ini? Bagi sebagian orang, Subaru mungkin langsung identik dengan mobil berpenggerak semua roda atau mobil performa seperti WRX. Tapi tahukah kalian kalau sejarah Subaru sebenarnya tidak dimulai dari dunia otomotif?
Jauh sebelum Subaru dikenal sebagai produsen mobil asal Jepang, akar perusahaan ini justru berasal dari dunia penerbangan. Sejarahnya bahkan bisa ditarik kembali hingga tahun 1917, ketika Chikuhei Nakajima mendirikan Aircraft Research Laboratory di Jepang. Lembaga inilah yang kemudian berkembang menjadi Nakajima Aircraft dan menjadi salah satu bagian penting dari sejarah awal perusahaan yang kelak melahirkan Subaru.
Setelah Perang Dunia II berakhir, industri penerbangan Jepang mengalami perubahan besar. Nakajima Aircraft kemudian direorganisasi menjadi Fuji Sangyo, yang tidak lagi berfokus pada produksi pesawat seperti sebelumnya. Pada tahun 1950, perusahaan tersebut kemudian dipecah menjadi 12 perusahaan berbeda akibat kebijakan reorganisasi perusahaan di Jepang. Dari beberapa perusahaan inilah nantinya terbentuk sebuah perusahaan baru bernama Fuji Heavy Industries pada 15 Juli 1953.
Menariknya, Fuji Heavy Industries pada awalnya juga tidak hanya berfokus pada mobil. Perusahaan ini memiliki berbagai bidang usaha, termasuk industri penerbangan. Namun, mereka kemudian mulai serius mengembangkan kendaraan untuk masyarakat Jepang yang saat itu membutuhkan mobil berukuran kecil, sederhana, dan terjangkau.
Pada tahun 1958, lahirlah mobil yang menjadi tonggak pertama Subaru di dunia otomotif, yaitu Subaru 360. Mobil mungil ini dirancang untuk memenuhi konsep “people's car” yang sedang didorong pemerintah Jepang. Dengan ukurannya yang kecil dan desain yang unik, Subaru 360 menjadi kendaraan penting dalam perkembangan awal Subaru sebagai produsen mobil.

Subaru 360
Setelah Subaru 360, perusahaan mulai mengembangkan teknologi otomotifnya. Salah satu langkah penting terjadi pada tahun 1966, ketika Subaru memperkenalkan Subaru 1000. Mobil ini menggunakan mesin boxer atau mesin dengan susunan silinder berlawanan secara horizontal, sebuah teknologi yang kemudian menjadi salah satu ciri khas Subaru. Subaru 1000 juga menjadi mobil produksi massal pertama di Jepang dengan konfigurasi mesin depan dan penggerak roda depan.

Subaru 1000
Nah, dari sinilah Subaru mulai memiliki identitas teknologinya sendiri. Mereka tidak sekadar membuat mobil, tetapi mulai mencari konfigurasi yang berbeda dari produsen lain. Salah satu teknologi yang kemudian membuat nama Subaru semakin dikenal adalah all-wheel drive atau AWD.
Pada tahun 1972, Subaru memperkenalkan Leone Estate Van 4WD. Mobil ini menjadi mobil penumpang AWD produksi massal pertama di Jepang. Teknologi penggerak empat roda tersebut kemudian menjadi bagian penting dari identitas Subaru dan terus dikembangkan selama beberapa dekade berikutnya.
Memasuki era 1980-an dan 1990-an, nama Subaru semakin berkembang melalui berbagai model. Salah satu yang paling penting adalah Subaru Legacy, yang diperkenalkan pada akhir 1980-an. Legacy membantu Subaru memperkuat posisinya di pasar mobil penumpang dan ikut mendorong popularitas mobil station wagon di Jepang.
Kemudian ada Subaru Impreza, yang membawa nama Subaru semakin dekat dengan dunia motorsport. Impreza menjadi salah satu model yang paling dikenal dari Subaru dan kemudian berkembang menjadi berbagai varian performa. Dari sinilah citra Subaru sebagai produsen mobil dengan karakter sporty dan kemampuan AWD semakin kuat di mata penggemar otomotif.
Memasuki tahun 2000-an, Subaru tetap mempertahankan teknologi yang sudah menjadi identitasnya sambil mengembangkan teknologi baru. Salah satunya adalah EyeSight, sistem bantuan pengemudi yang dikembangkan untuk meningkatkan aspek keselamatan berkendara. Subaru juga terus mempertahankan penggunaan mesin boxer dan sistem penggerak AWD sebagai bagian dari karakter produknya.
Lalu, ada satu hal menarik dari nama Subaru sendiri. Dalam bahasa Jepang, Subaru merupakan nama untuk gugus bintang Pleiades. Nama tersebut juga memiliki makna simbolis karena menggambarkan penyatuan enam perusahaan yang berkaitan dengan Nakajima Aircraft dan kemudian menjadi bagian dari pembentukan Fuji Heavy Industries.
Menariknya lagi, nama perusahaan Fuji Heavy Industries baru benar-benar berubah menjadi Subaru Corporation pada 1 April 2017. Perubahan tersebut membuat nama perusahaan dan merek mobilnya menjadi lebih selaras, sekaligus menegaskan Subaru sebagai identitas utama perusahaan.
Jadi, kalau kita melihat Subaru hari ini, sebenarnya kita sedang melihat hasil perjalanan yang cukup panjang. Berawal dari penelitian pesawat pada tahun 1917, melewati perubahan besar setelah Perang Dunia II, kemudian masuk ke dunia otomotif melalui Subaru 360 pada 1958, hingga akhirnya dikenal lewat teknologi boxer, AWD, Impreza, Legacy, dan berbagai model modern lainnya.
Dan mungkin itulah yang membuat sejarah Subaru cukup menarik. Sebuah perusahaan yang akarnya berasal dari dunia penerbangan justru berkembang menjadi salah satu nama yang punya karakter kuat di dunia otomotif Jepang. Dari pesawat, mobil kecil, teknologi AWD, sampai mobil performa, perjalanan Subaru memang cukup panjang untuk sampai sekarang.