GIIAS 2026 Dibuka! Intip Motor Kustom dan Edisi Spesial dari Brand Premium

Pameran otomotif terbesar di Indonesia, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, kembali mencetak sejarah. Berlangsung dari tanggal 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, ajang ke-33 ini tidak hanya memamerkan deretan mobil masa depan dan kendaraan listrik, tetapi juga menjadi surga bagi para pencinta roda dua.
Tahun ini, segmen roda dua semakin berwarna dengan kehadiran 13 merek sepeda motor ternama, mulai dari brand Jepang, Eropa, Amerika, hingga pemain kendaraan listrik yang agresif. Di antara jajaran motor harian dan petualang tersebut, perhatian pengunjung langsung tertuju pada deretan motor kustom, classic-modern, serta edisi spesial (special edition) dari brand-brand premium yang tampil memukau di Hall 11.
Daya Tarik Roda Dua: Ketika Gaya Klasik Bertemu Teknologi Modern
Sektor sepeda motor di GIIAS 2026 mengalami peningkatan antusiasme yang signifikan. Jika sebelumnya pameran otomotif identik dengan dominasi mobil, kali ini booth sepeda motor tidak pernah sepi dari keramaian. Para agen pemegang merek (APM) memanfaatkan panggung GIIAS 2026 untuk merilis model anyar sekaligus memajang karya seni berupa motor kustom dan varian terbatas yang sulit ditemui di jalanan biasa.
Berikut adalah intipan beberapa jajaran motor kustom dan edisi spesial dari brand premium yang mencuri panggung GIIAS 2026:
1. Triumph Motorcycles: Sentuhan Klasik British yang Abadi
Triumph tampil kuat dengan jajaran middleweight andalannya. Di booth mereka, pengunjung disuguhkan penampakan Triumph Scrambler 400X dan Speed 400 yang menjadi magnet utama bagi penggemar gaya retro-modern.
Tidak hanya itu, Triumph juga memajang beberapa unit garapan kustom ringan hasil kolaborasi dengan builder lokal. Sentuhan cat pinstripe hand-made, jok kulit sadel kustom, hingga aksesoris bolt-on resmi dari katalog Triumph Factory Custom (TFC) mempertegas aura maskulin sekaligus elegan khas Inggris.
2. Royal Enfield: Pesona Eksplorasi dan Sentuhan Heritage
Konsisten dengan DNA pure motorcycling, Royal Enfield membawa lini motor petualang dan klasik mereka seperti Himalayan, Classic, dan Hunter. Pada ajang GIIAS 2026 ini, Royal Enfield turut memamerkan versi special paint dengan finishing krom dan warna zaitun militer klasik yang dipadukan dengan aksesoris touring otentik.
Banyak pengunjung menghabiskan waktu di area ini untuk melihat detail ukiran logam, desain tangki era pasca-perang, serta meraskan langsung posisi berkendara di area test ride.
3. Harley-Davidson: Ikon American Muscle Dua Roda
Nama besar Harley-Davidson tidak pernah gagal menarik decak kagum. Di GIIAS 2026, mereka menghadirkan lini cruiser modern dan klasik seperti Nightster dan Heritage Classic.
Yang membuatnya spesial adalah kehadiran unit kustom pabrikan dengan penambahan aksesoris screamin' eagle, setang ape-hanger tinggi, serta sistem pembuangan (exhaust) custom-tuned yang menggelegar. Pengunjung bahkan diberikan kesempatan langka untuk melihat dan menjajal sebagian lini ikonik ini melalui sesi rolling test ride yang disiapkan khusus oleh pihak penyelenggara.
4. BMW Motorrad: Perpaduan Performa Jerman dan Personalisasi
BMW Motorrad membawa teknologi tinggi ke ranah kustom dan adventure. Lewat kehadiran BMW G310 series hingga jajaran big bike petualang mereka, BMW membuktikan bahwa motor besar bisa tampil tangguh sekaligus artistik.
Beberapa unit yang dipajang mendapatkan sentuhan paket aksesoris Option 719, sebuah program personalisasi pabrikan dari BMW yang menghadirkan komponen CNC-machined berkualitas tinggi, memberikan kesan eksklusif dan berbeda dari unit standar.
5. Scomadi: Skuter Klasik British dengan Sentuhan Custom Artistik
Bagi pecinta skuter klasik bergaya mod-style era 1960-an, Scomadi menjadi salah satu booth yang paling ramai dikunjungi. Skuter berbadan baja ini tampil dalam balutan warna-warna pastel spesial serta versi two-tone edisi terbatas. Kolaborasi cat dengan seniman pinstripe lokal menghasilkan skuter harian yang tidak hanya fungsional, tetapi juga layak masuk kategori karya seni bergerak.