Kaleidoskop 2025: 5 Smartphone Paling Berpengaruh yang Mengubah Industri

25.303 dilihat
Kaindra Akhdan A.
Ditulis oleh
Kaindra Akhdan A.
Kaleidoskop 2025: 5 Smartphone Paling Berpengaruh yang Mengubah Industri

Pada tahun 2025 menjadi salah satu periode yang menarik bagi industri smartphone. Perkembangannya bukan hanya soal performa yang semakin kencang atau kamera beresolusi tinggi. Produsen juga mulai berlomba membawa perubahan pada hal-hal yang sebelumnya dianggap sebagai pelengkap, mulai dari kecerdasan buatan, desain bodi yang semakin tipis, hingga smartphone lipat yang perlahan dibuat lebih praktis.

Dari banyaknya smartphone yang hadir sepanjang 2025, beberapa ponsel menjadi pusat perhatian bukan hanya karena spesifikasi yang ditawarkan, tetapi karena membawa pendekatan yang ikut mengubah arah industri perangkat elektronik ini. Beberapa contohnya adalah menjadikan fitur premium semakin umum, mendorong batas ketipisan desain bodi, serta menunjukkan AI sebagai bagian utama dari pengalaman menggunakan smartphone.

1. iPhone 17

Perubahan yang cukup mencolok datang dari iPhone 17. Apple membawa sejumlah fitur yang sebelumnya identik dengan seri Pro ke model regulernya. Salah satunya adalah layar ProMotion dengan refresh rate adaptif hingga 120 Hz. iPhone 17 juga menawarkan memori internal awal sebesar 256 GB, dua kali lebih besar dibandingkan kapasitas dasar pendahulunya.

Perubahan tersebut menunjukkan pergeseran ekspektasi terhadap smartphone premium. Layar dengan refresh rate tinggi bukan lagi sesuatu yang hanya ditemukan pada model paling mahal, sementara kapasitas penyimpanan yang lebih besar semakin relevan karena kebutuhan pengguna terhadap aplikasi, foto, dan video terus bertambah.

2. Samsung Galaxy S25 Edge

Saat smartphone semakin dipenuhi berbagai komponen dan sistem kamera yang lebih besar, Samsung mengambil arah berbeda melalui Galaxy S25 Edge. Perangkat ini memiliki bodi setebal 5,8 mm dan menggunakan material titanium, sehingga menjadi salah satu perangkat ultra-tipis dalam seri Galaxy S.

Ketipisan tersebut menunjukkan bahwa desain masih memiliki ruang dalam persaingan smartphone premium. Ketika produsen harus memasukkan semakin banyak teknologi ke ruang yang terbatas, membuat perangkat lebih tipis membutuhkan rekayasa internal dan kompromi yang tidak sederhana.

3. Samsung Galaxy Z Fold7

Jika Galaxy S25 Edge membawa perhatian pada smartphone konvensional, Galaxy Z Fold7 membawanya ke dunia foldable. Samsung membuat generasi ini lebih tipis dan ringan dibanding pendahulunya, dengan ketebalan 8,9 mm saat dilipat, 4,2 mm ketika dibuka, serta bobot 215 gram. Perangkat ini juga menjadi Galaxy Z Fold pertama yang menggunakan kamera utama 200 MP.

Perubahan tersebut memperlihatkan bagaimana smartphone lipat tidak lagi hanya soal layar yang bisa dilipat. Produsen juga berusaha membuatnya semakin tipis, ringan, tahan lama, dan praktis digunakan sehari-hari. Counterpoint Research mencatat pengiriman smartphone lipat global meningkat 14% secara tahunan pada kuartal ketiga 2025.

4. Google Pixel 10

Google semakin memperlihatkan bagaimana AI dapat menjadi bagian inti dari smartphone melalui Pixel 10. Seri ini menggunakan Tensor G5 dan Gemini Nano untuk menghadirkan berbagai pengalaman AI langsung pada perangkat, seperti Magic Cue, Voice Translate, dan Gemini Live.

AI pada Pixel 10 tidak hanya digunakan untuk mengedit foto atau menghapus objek, tetapi juga mulai ditempatkan sebagai bagian dari interaksi sehari-hari. Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana smartphone perlahan bergerak dari sekadar perangkat untuk menjalankan aplikasi menjadi perangkat yang semakin aktif membantu pengguna.

5. HONOR Magic V5

HONOR Magic V5 menjadi contoh lain dari perkembangan foldable pada 2025. Saat diperkenalkan pada Juli 2025, perangkat ini memiliki ketebalan 8,8 mm dan bobot 217 gram. Selain mengejar bodi tipis, HONOR juga mempertahankan baterai berkapasitas 6.100 mAh dengan teknologi silicon-carbon.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan foldable telah berkembang menjadi perlombaan rekayasa yang lebih kompleks. Produsen tidak hanya berusaha membuat layar bisa dilipat, tetapi juga mencari cara untuk mengecilkan komponen, meningkatkan kepadatan baterai, dan mempertahankan performa flagship dalam bentuk yang ringkas.

Kelima smartphone ini memperlihatkan bahwa perkembangan industri pada 2025 berjalan melalui beberapa jalur sekaligus. iPhone 17 memperluas fitur premium pada model reguler, Galaxy S25 Edge membawa kembali perhatian terhadap desain ultra-tipis, Galaxy Z Fold7 dan HONOR Magic V5 mendorong perkembangan foldable, sementara Pixel 10 menunjukkan semakin kuatnya posisi AI dalam pengalaman smartphone.

Counterpoint Research mencatat Apple memimpin pasar smartphone global 2025 dengan sekitar 20% pangsa, sementara Samsung berada di posisi kedua dengan 19%. Dari sini terlihat bahwa industri smartphone terus bergerak melalui kombinasi inovasi, desain, AI, dan perubahan standar fitur yang akan memengaruhi perangkat pada tahun-tahun berikutnya.